BACK

Steel Pipe (ISSP) is targeting export sales of up to 10% in 2019

12 August 2019

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan kinerja yang positif di semester I 2019. Penjualan bersih perusahaan naik 10,09% year on year (yoy) menjadi Rp 2,29 triliun dari sebelumnya Rp 2,08 trilun.

Adapun penjualan ISSP 90,3% didominasi oleh penjualan lokal atau setara Rp 2,07 triliun. Sisanya, Rp 215 miliar dari pendapatan berasal dari penjualan ekspor. Penjualan ekspor memang lebih kecil porsinya, akan tetapi pertumbuhan penjualan ekpornya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan lokal.

“Year on Year ekspor kami naik lebih dari 100%,” kata Investor Relations PT ISSP Johannes Edward, ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (8/8). Ia menambahkan, capaian ini tidak lepas dari tim sales yang memang gencar menggarap pasar ekspor.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, ekspor ISSP naik 111,3% yoy dari sebelumnya yang hanya Rp 101,8 miliar. Sementara, penjualan lokal ISSP bertumbuh 4,5% yoy. Kenaikan penjualan ekspor ini sebenarnya sudah terasa sejak tahun lalu. Pada saat itu penjualan ekspor ISSP bisa mencapai Rp 241,62 miliar, naik 184,9% yoy.

Melihat tren pertumbuhan penjualan ekspor, ISSP menargetkan penjualan ekspornya dikisaran 5% hingga 10% sampai akhir tahun 2019.

Ke depannya, ISSP akan lebih menggencarkan penjualanya dan memastikan produk-produknya memenuhi sertifikasi yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor. Misalnya, ISSP sudah memenuhi standar Underwriters Laboratory.

Sejauh ini, pasar ekspor ISSP adalaj USA dan Kanada. ISSP tengah membidik pasar lain seperti pasar Eropa, Asean dan Australia.

Meski menyasar target pasar ekspor yang lebih luas, ISSP belum akan menambah kapasitas produksinya. Johannes bilang,kapasitas yang ada masih memenuhi. Adapun berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id, ISSP saat ini memiliki kapasitas terpasang 600.000 ton per tahun.

Sekadar informasi, kenaikan penjualan ISSP turut mengerek laba periode berjalannya hingga 300% yoy menjadi Rp 52,4 miliar.

Padahal sebelumnya hanya tercatat Rp 13,08 mililar. Kinerja yang positif ini menjadi penanda bagi ISSP apa yang dilakukan di perusahaan sudah benar, sehingga kedepannya akan lebih memastikan konsistensi dan implementasinya.

SUMBER