Dorong Ekspor, Spindo (ISSP) Mencari Pasar Baru

 

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) akan memperluas pasar ekspor demi meningkatkan kinerja di tahun ini. Strategi ini dilakukan karena kontribusi penjualan emiten yang kerap disebut dengan Spindo ini mayoritas masih berasal dari pasar dalam negeri.

Berdasarkan laporan keuangan di tahun lalu, emiten produsen pipa baja ini membukukan pendapatan sebesar Rp 4,46 triliun. Angka tersebut naik 21,98% year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,36 triliun.

Mayoritas pendapatan tersebut masih didominasi oleh penjualan domestik, yakni sebesar 94,58%. Sisanya 5,42% dari ekspor ke luar negeri.

Kendati demikian, penjualan ekspor perusahaan justru tumbuh signifikan hingga 184,95% yoy menjadi Rp 241,62 miliar. Sedangkan untuk penjualan lokal tumbuh 119,64% yoy menjadi Rp 4,22 triliun.

Johannes Edward, Investor Relations ISSP, menjelaskan, saat ini penjualan ekspor terbesar masih ke negara Amerika Serikat dan Kanada. “Jangka menengah kami upayakan porsi ekspor mencapai 10%. Sedangkan mungkin untuk tahun ini kami upayakan penjualan ekspor naik konservatif dulu 50% dari penjualan ekspor saat ini,” ujar dia.

Spindo cukup optimistis target akan tercapai. Pasalnya, emiten ini melakukan strategi intensifikasi atas pasar yang memang sudah teruji yakni di Amerika Serikat dan Kanada. Perusahaan ini juga akan membuka kembali pasar negara lain, seperti ke Australia dan Eropa.

Harapannya, penambahan pasar ekspor tersebut bisa meningkatkan laba bersih tahun ini. Sepanjang tahun lalu, laba bersih Spindo melesat 463,99% yoy menjadi Rp 48,72 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 8,63 miliar.

Laba tahun lalu meroket karena pendapatan lain-lain tumbuh 28,74% yoy menjadi Rp 112,71 miliar. Lalu ada efisiensi beban penjualan dan distribusi yang susut 12,16% yoy menjadi Rp 110,55 miliar.

Spindo berharap pendapatan naik 20% di tahun ini atau menjadi Rp 5,35 triliun. Kamis (18/4), harga saham ISSP turun 1,89% di Rp 104.

What is TKDN?
22 Oktober 2026
TKDN It is a percentage indicating the domestic content of goods, services, or a combination of both, calculated according to applicable regulations.
Apa itu TKDN?
22 Oktober 2026
TKDN adalah nilai persentase yang menunjukkan besarnya kandungan dalam negeri pada barang, jasa, atau gabungan barang dan jasa.
Why Should Contractors Choose TKDN-Certified Steel Pipes?
20 Oktober 2026
TKDN-certified steel pipes are products with a Domestic Component Level (Tingkat Komponen Dalam Negeri, or TKDN).
Mengapa Kontraktor Perlu Memilih Pipa Baja Bersertifikat TKDN?
20 Oktober 2026
Pipa baja bersertifikat TKDN adalah produk pipa baja yang memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
How to Read a TKDN Certificate: 7 Key Things to Check
16 Oktober 2026
Learn how to correctly interpret a TKDN certificate—from the TKDN value and product specifications to the BMP and validity period—for your project procurement needs.
Cara Membaca Sertifikat TKDN: 7 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
16 Oktober 2026
Pelajari cara membaca sertifikat TKDN dengan benar, mulai dari nilai TKDN, spesifikasi produk, BMP, hingga masa berlaku untuk kebutuhan pengadaan proyek Anda.
TKDN + BMP Minimum 40% in Government Procurement
15 Oktober 2026
Learn what TKDN + BMP minimum 40% means, the 25% minimum TKDN requirement, and how it applies to domestic product priority in government procurement.
TKDN + BMP Minimal 40% dalam Pengadaan Pemerintah
15 Oktober 2026
Pahami arti TKDN + BMP minimal 40%, syarat TKDN minimal 25%, serta penerapannya dalam prioritas penggunaan produk dalam negeri pada pengadaan pemerintah.
TKDN vs. BMP: Which Is More Important in Procurement
12 Oktober 2026
Learn the differences between TKDN and BMP, their roles in procurement, and how both support P3DN policy and the use of domestic products across Indonesia.
Perbedaan TKDN dan BMP: Mana yang Lebih Penting dalam Pengadaan
12 Oktober 2026
Pahami perbedaan TKDN dan BMP, fungsi keduanya dalam pengadaan, serta perannya dalam mendukung kebijakan P3DN dan penggunaan produk dalam negeri di Indonesia.