Pipa SPINDO Dukung Anargya EV Team ITS dalam Pengembangan Mobil Balap Listrik untuk FSAE Japan 2026
Pengembangan mobil balap listrik membutuhkan perhatian tinggi terhadap desain, presisi, kualitas material, hingga proses manufaktur. Setiap komponen harus mampu mendukung performa kendaraan sekaligus memberikan keamanan bagi pengemudi.
Hal tersebut menjadi bagian dari persiapan
Anargya EV Team ITS dalam
mengembangkan mobil balap listrik untuk berkompetisi di Formula SAE (FSAE) Japan 2026.
Dalam proses pengembangan kendaraan tersebut,
Anargya menggunakan pipa baja SPINDO sebagai material untuk pembuatan rangka mobil.
Pemilihan material menjadi salah satu aspek penting dalam membantu tim merealisasikan desain rangka sesuai dengan kebutuhan
engineering kendaraan balap.
Pemilihan Pipa SPINDO untuk Rangka Mobil Balap Listrik
Anargya EV Team ITS sebelumnya telah mengenal PT STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA Tbk (SPINDO) dan kemudian mengeksplorasi produk pipa SPINDO yang sesuai dengan spesifikasi serta standar yang dibutuhkan dalam pembuatan rangka mobil balap listrik.
Dalam proses pengembangan kendaraan, tim
tidak hanya mempertimbangkan jenis material
yang digunakan, tetapi juga
konsistensi dimensinya.
Presisi menjadi faktor penting karena rangka mobil tersusun dari berbagai bagian yang harus dirakit sesuai dengan desain. Ketidaksesuaian ukuran material dapat memengaruhi kesimetrisan rangka dan menyulitkan proses perakitan.
Karena itu, konsistensi dimensi pipa menjadi salah satu faktor yang membantu tim mempertahankan bentuk dan geometri rangka sesuai dengan rancangan yang telah dipersiapkan.
Presisi Material Sesuai dengan Desain Anargya EV Team ITS
Setelah digunakan dalam proses manufaktur, pipa SPINDO dinilai mampu memenuhi ekspektasi Anargya EV Team ITS.
Hasil proses
laser cutting dan
profiling yang diterima oleh tim sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya.
Kesesuaian tersebut membantu tim dalam proses penyusunan dan penyambungan bagian-bagian rangka karena material dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan desain kendaraan.
Kondisi material saat diterima juga menjadi salah satu hal yang mendukung proses manufaktur.
Pipa berada dalam kondisi baik dan tidak berkarat
sehingga memudahkan tim ketika melanjutkan tahapan berikutnya, termasuk proses pengecatan rangka mobil.
Hal tersebut menjadi penting karena dalam proses pembuatan kendaraan balap, kesiapan material dapat mempengaruhi efektivitas proses fabrikasi secara keseluruhan.
Peran Rangka terhadap Performa dan Keamanan Mobil Balap Listrik
Dalam sebuah mobil balap listrik, rangka menjadi salah satu struktur utama kendaraan yang memiliki peran penting terhadap keamanan pengemudi sekaligus performa kendaraan.
Rangka berfungsi sebagai struktur yang menyatukan berbagai komponen kendaraan serta membantu memberikan perlindungan kepada pengemudi. Selain itu, karakteristik rangka juga berpengaruh terhadap kendaraan ketika bermanuver.
Karena itu, pengembangan rangka perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari desain, kekuatan, kekakuan struktur, geometri, hingga tingkat presisi selama proses manufaktur.
Pada kendaraan balap, struktur rangka yang sesuai dengan desain juga berperan dalam mendukung
vehicle dynamics.
Rangka yang mampu mempertahankan bentuknya dengan baik membantu kendaraan memberikan respons yang lebih konsisten, termasuk ketika menerima beban saat berbelok atau bermanuver.
Bagi Anargya EV Team ITS, aspek tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mengembangkan kendaraan tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan kontrol dan keselamatan pengemudi selama kompetisi.
Mendukung Efisiensi Proses Manufaktur Rangka
Selain dari sisi kualitas dan presisi material, penggunaan pipa SPINDO juga mendukung proses manufaktur rangka yang dilakukan oleh Anargya EV Team ITS.
Menurut pengalaman tim,
proses pembuatan rangka dengan material yang telah dipersiapkan tersebut dapat terselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu. Sebelumnya, proses serupa dapat membutuhkan waktu hingga sekitar tiga minggu.
Kesesuaian hasil pemrosesan material dengan desain tim membantu mengurangi kebutuhan pekerjaan tambahan selama proses fabrikasi.
Efisiensi waktu tersebut memberikan manfaat tersendiri bagi tim karena pengembangan mobil balap tidak hanya berhenti pada proses pembuatan rangka. Setelah struktur utama selesai, tim masih harus melanjutkan proses perakitan berbagai komponen, pengujian, evaluasi, hingga penyempurnaan kendaraan sebelum digunakan dalam kompetisi.
Dengan proses manufaktur rangka yang lebih efisien, tim dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk tahapan pengembangan lainnya dalam persiapan menuju FSAE Japan 2026.
Kolaborasi SPINDO dan Anargya EV Team ITS Menuju FSAE Japan 2026
Kolaborasi antara SPINDO dan Anargya EV Team ITS menjadi salah satu bentuk sinergi antara industri dan lingkungan akademik dalam mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.
Melalui penggunaan pipa SPINDO sebagai material rangka mobil balap listrik, Anargya EV Team ITS dapat melanjutkan proses pengembangan kendaraan berdasarkan desain dan kebutuhan
engineering yang telah ditentukan oleh tim.
Kolaborasi ini juga
menunjukkan bahwa aplikasi pipa baja dapat berkembang ke berbagai kebutuhan
engineering, termasuk sebagai bagian dari pengembangan kendaraan listrik berperforma tinggi.
Bagi Anargya EV Team ITS, pengembangan kendaraan tersebut merupakan bagian dari perjalanan tim dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di Formula SAE Japan 2026, salah satu ajang kompetisi
engineering mahasiswa di tingkat internasional.
Melalui kolaborasi ini,
SPINDO turut mendukung semangat inovasi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik serta menghadirkan karya
engineering yang mampu bersaing ditingkat global.






