BACK

Spindo (ISSP) optimistis bisa mencapai target penjualan baja

12 November 2018

Penguatan rupiah dan kebijakan pemerintah untuk menggunakan baja buatan lokal menjadi sentimen yang positif bagi emiten-emiten baja.

Johannes Edward, Investor Relations PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengatakan, dari dua sentimen tersebut bisa berdampak baik kinerja perusahaannya. “Tentunya dampaknya baik sekali, karena dengan stabilitas kurs akan membuat para pelaku bisnis nyaman untuk menjalankan usaha. yang pada akhirnya mendorong permintaan, termasuk di sektor baja,” kata Johannes, Jumat (9/11).

Johannes pun melanjutkan bahwa pencapaian kinerja ISSP pada triwulan ketiga tahun ini cukup baik dibandingkan dengan tahun lalu. “Kami memacu penjualan dengan gencar menyelenggarakan customer gathering yang memperkuat pemahaman mengenai keunggulan produk-produk Spindo sejak bulan Juli, dan sekarang mulai membuahkan hasil,” pungkasnya.

Selanjutnya, soal prospek di sisa tahun 2018 ini, dia optimistis untuk mencapai target yang ditetapkan. “Sisa tahun ini cukup baik dan kami cukup optimistis untuk mencetak rekor penjualan tahunan lebih dari Rp 4 triliun,” paparnya.

Sekadar info, di sepanjang 2017 penjualan dan pendapatan perusahaan yang kerap disebut Spindo ini meningkat 12,38% menjadi Rp 3,66 triliun dibandingkan di tahun sebelumnya sebesar Rp 3,25 triliun.

Pendapatan usaha tertinggi terdapat pada penjualan produk pipa hitam yang naik 48,07% dari sebelumnya Rp 428,71 miliar menjadi Rp 634,82 miliar.

Selain itu, penjualan produk pipa spiral tumbuh 47,88% pada 2017 menjadi 642,21 miliar serta didorong kenaikan penjualan produk pipa air sebesar 14% menjadi Rp 732,99 miliar.

ISSP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan produksi baja tahun depan. Emiten ini akan meneruskan intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan serta melakukan efisiensi biaya. “Selain itu, kami akan lakukan optimalisasi utilisasi kapasitas produksi sehingga diharapkan dapat mencapai target pertumbuhan yang diinginkan,” imbuhnya.

Sumber