Jenis-Jenis Stainless Steel dan Kegunaannya dalam Berbagai Industri

 

Stainless steel atau baja tahan karat adalah material logam yang terkenal karena ketahanan korosi dan daya tahannya yang tinggi. Material ini digunakan di berbagai industri karena sifatnya yang kuat, tahan lama, dan memiliki tampilan yang menarik. Namun, tidak semua stainless steel memiliki karakteristik yang sama. Ada berbagai jenis stainless steel yang dirancang untuk kebutuhan tertentu dalam berbagai sektor industri.


Baca juga: 5 Jenis Stainless Steel Terbaik untuk Proyek Industri, Mana yang Tepat untuk Anda?


Austenitic stainless steel

Austenitic stainless steel


Jenis-Jenis Stainless Steel


Stainless diklasifikasikan berdasarkan komposisi dan struktur mikro yang memengaruhi sifat mekanisnya. Berikut beberapa jenis utama stainless:


1. Austenitic Stainless Steel


Austenitic stainless merupakan jenis yang paling umum digunakan. Material ini mengandung kadar kromium dan nikel yang tinggi, membuatnya sangat tahan terhadap korosi dan memiliki sifat non-magnetik.


Ciri-ciri:


  • Komposisi utama: kromium (16-26%) dan nikel (6-22%)
  • Tahan korosi tinggi
  • Tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas
  • Fleksibel dan mudah dibentuk


Contoh dan Kegunaan:


  • Tipe 304: Digunakan dalam industri makanan dan minuman, peralatan dapur, dan konstruksi.
  • Tipe 316: Mengandung molibdenum, sehingga lebih tahan terhadap korosi akibat lingkungan yang mengandung klorida, seperti industri kelautan dan farmasi.


Baca juga: Stainless Steel 304 adalah Baja Serbaguna: Kenali Karakteristik dan Kegunaannya


2. Ferritic Stainless Steel


Ferritic stainless memiliki kadar karbon yang lebih rendah dibandingkan austenitic stainless. Jenis ini memiliki sifat magnetik dan ketahanan terhadap korosi yang cukup baik.


Ciri-ciri:


  • Kandungan kromium sekitar 10,5-30%
  • Tidak mengandung nikel (atau hanya dalam jumlah kecil)
  • Lebih tahan terhadap oksidasi pada suhu tinggi
  • Lebih ekonomis dibandingkan austenitic stainless


Contoh dan Kegunaan:

  • Tipe 430: Banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti panel kulkas dan oven.
  • Tipe 409: Umumnya dipakai dalam industri otomotif untuk sistem pembuangan gas buang.


3. Martensitic Stainless Steel


Jenis stainless ini memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi dibandingkan ferritic dan austenitic, sehingga dapat dikeraskan dengan perlakuan panas. Martensitic stainless memiliki ketahanan korosi yang lebih rendah dibandingkan jenis lainnya, tetapi sangat kuat dan tahan terhadap keausan.


Ciri-ciri:


  • Kandungan kromium sekitar 11-18%
  • Dapat dikeraskan dengan perlakuan panas
  • Sifat mekanis yang kuat dan tahan terhadap abrasi


Contoh dan Kegunaan:


  • Tipe 410: Digunakan dalam pembuatan pisau, peralatan bedah, dan komponen turbin.
  • Tipe 420: Banyak dipakai dalam pembuatan alat pemotong seperti gunting dan pisau bedah.


4. Duplex Stainless Steel


Duplex stainless merupakan kombinasi antara austenitic dan ferritic stainless, sehingga memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan jenis lainnya.


Ciri-ciri:


  • Kandungan kromium sekitar 19-32%
  • Kekuatan mekanik lebih tinggi dari austenitic dan ferritic
  • Tahan terhadap korosi akibat zat kimia dan lingkungan laut


Contoh dan Kegunaan:


  • Tipe 2205: Banyak digunakan dalam industri minyak dan gas, petrokimia, serta konstruksi kapal.
  • Tipe 2507: Cocok untuk lingkungan ekstrem seperti industri kelautan dan pembangkit listrik tenaga nuklir.


5. Precipitation Hardening (PH) Stainless Steel


Jenis ini memiliki kandungan kromium dan nikel yang tinggi, tetapi juga ditambahkan elemen lain seperti tembaga dan aluminium untuk meningkatkan kekuatan mekaniknya.


Ciri-ciri:


  • Memiliki kekuatan tinggi dengan ketahanan korosi yang baik
  • Dapat diperkeras dengan perlakuan panas
  • Digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kombinasi kekuatan dan ketahanan terhadap korosi


Contoh dan Kegunaan:


  • Tipe 17-4 PH: Banyak digunakan dalam industri penerbangan, militer, dan komponen peralatan medis.


Kegunaan Stainless Steel dalam Berbagai Industri


Stainless memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, di antaranya:


1. Industri Makanan dan Minuman


Stainless digunakan dalam peralatan masak, wadah penyimpanan, dan mesin pengolahan makanan karena ketahanannya terhadap korosi dan kemampuannya menjaga kebersihan.


2. Industri Medis


Dikarenakan sifatnya yang higienis dan tahan terhadap sterilisasi, stainless digunakan dalam pembuatan alat bedah, implan medis, dan peralatan laboratorium.


3. Industri Otomotif


Baja tahan karat digunakan dalam sistem knalpot, panel bodi, serta komponen mesin karena ketahanannya terhadap suhu tinggi dan korosi.


4. Industri Konstruksi dan Arsitektur


Digunakan dalam pembuatan railing, fasad bangunan, jembatan, dan struktur gedung karena daya tahannya terhadap cuaca ekstrem.


5. Industri Minyak dan Gas


Stainless sangat diperlukan dalam sistem perpipaan dan tangki penyimpanan karena ketahanannya terhadap lingkungan yang agresif.


Baca juga: Pipa Carbon Steel vs Pipa Stainless Steel, Mana yang Lebih Efisien?


Stainless adalah material yang sangat serbaguna dengan berbagai jenis yang memiliki karakteristik dan kegunaan masing-masing. Pemilihan jenis stainless steel yang tepat sangat penting untuk memastikan ketahanan, efisiensi, dan efektivitas dalam berbagai aplikasi industri. Dengan memahami perbedaan setiap jenis stainless, Anda dapat menentukan material yang paling sesuai untuk kebutuhan mereka.


Jika membutuhkan austenitic stainless steel berkualitas tinggi untuk proyek Anda, SPINDO adalah jawabannya. Sebagai produsen pipa baja terkemuka di Indonesia, SPINDO menawarkan berbagai pilihan pipa dan tabung austenitic stainless steel yang sesuai untuk berbagai aplikasi, baik industri besar maupun perlengkapan sehari-hari. Selain itu, produk buatan SPINDO telah teruji kualitasnya dan digunakan secara luas dalam berbagai industri. Jangan ragu untuk menghubungi tim ahli SPINDO melalui WhatsApp untuk mendapatkan konsultasi gratis dan informasi lebih lanjut mengenai produk serta layanannya. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas, SPINDO siap membantu Anda menemukan solusi yang tepat untuk kebutuhan stainless.

SPINDO receiving the “Best Delivery” Award
4 Februari 2026
PT STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA Tbk (SPINDO) has received the Best Delivery Award from PT Chandra Nugerah Cipta (CNC)
Penghargaan “Best Delivery” yang diterima SPINDO
4 Februari 2026
PT STEEL PIPE INDUSTRY of Indonesia Tbk (SPINDO) menerima penghargaan Best Delivery dari PT Chandra Nugerah Cipta (CNC).
STKM 11 Steel Tubing
3 Februari 2026
STKM 11 is a specific grade of carbon steel tubing under the JIS G 3445 standard, designed specifically for mechanical structures.
Mengenal pipa STKM 11
3 Februari 2026
STKM 11 adalah salah satu grade pipa baja karbon yang berada di bawah standar JIS G 3445.
SPINDO JIS 3466 STKR Pipes
29 Desember 2025
In the construction and manufacturing industries, steel pipes are governed by various standards set by JIS (Japanese Industrial Standards).
Pipa JIS G 3466 STKR SPINDO
29 Desember 2025
Dalam industri konstruksi dan manufaktur, pipa baja memiliki ragam standar yang diatur oleh JIS (Japanese Industrial Standards)
SPINDO FM 1630 sprinkler pipes
26 Desember 2025
FM 1630 is an international standard issued by FM Approvals, a globally recognized certification body in fire protection and loss prevention
Pipa Sprinkler FM 1630 SPINDO
26 Desember 2025
FM 1630 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh FM Approvals, lembaga sertifikasi global dalam pengujian produk fire protection dan loss prevention.
SPINDO SCH 40 pipes
24 Desember 2025
ASTM A53 is an international standard published by ASTM International (American Society for Testing and Materials) for carbon steel pipes.
Pipa SPINDO Sch 40
24 Desember 2025
ASTM A53 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh ASTM International (American Society for Testing and Materials) untuk pipa baja karbon.