Energi Bersih dalam Produksi: Langkah SPINDO Menuju Operasional Lebih Berkelanjutan

 

Pemanfaatan energi bersih menjadi salah satu langkah penting bagi industri manufaktur dalam membangun operasional yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, SPINDO terus memperkuat pemanfaatan solar cell di unit produksi untuk mendukung agenda dekarbonisasi dan penurunan emisi karbon.


Langkah ini bukan sekadar inisiatif lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan proses produksi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.
Melalui penggunaan energi terbarukan, SPINDO berupaya menciptakan keseimbangan antara produktivitas, efisiensi energi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Solar Cell di SPINDO

Langkah Nyata SPINDO Menuju Operasional Lebih Berkelanjutan


SPINDO telah memanfaatkan teknologi
solar cell sebagai salah satu sumber energi bersih untuk mendukung aktivitas operasional di berbagai unit produksi. Implementasi ini menjadi bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mengurangi jejak karbon dari kegiatan industri. 


Hingga tahun 2025,
pemanfaatan solar cell SPINDO telah berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sebesar 2.271,06 ton CO2. Angka ini menunjukkan bahwa integrasi energi bersih dalam operasional industri dapat memberikan dampak yang terukur terhadap pengurangan emisi. 


Saat ini, kapasitas solar cell terpasang SPINDO mencapai 4,12 MWp.
Dengan kapasitas tersebut, perusahaan terus mendorong pemanfaatan energi matahari sebagai bagian dari sistem produksi yang lebih ramah lingkungan. 


Hingga Maret 2026, SPINDO juga mencatat estimasi 986,16 ton CO2 berkurang, sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan terhadap penurunan emisi karbon. Capaian ini menjadi bukti bahwa transformasi menuju energi bersih dapat dilakukan secara bertahap, konsisten, dan terukur.

solar panel

Ekspansi Solar Cell 2026 di Plant 7 Gresik


Sebagai bagian dari percepatan target dekarbonasi,
SPINDO merencanakan pemasangan solar cell di Plant 7 - Gresik pada Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperluas penggunaan energi bersih di fasilitas produksi perusahaan.


Melalui ekspansi tersebut, SPINDO menargetkan tambahan kapasitas
solar cell sebesar +5,49 MWp. Dengan tambahan ini, total kapasitas solar cell perusahaan ditargetkan mencapai 9,61 MWp pada akhir 2026.


Ekspansi di Plant 7 Gresik menjadi langkah strategis
karena fasilitas produksi memiliki kebutuhan energi yang besar. Dengan memanfaatkan solar cell, perusahaan dapat mendukung kebutuhan operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.

Ekspansi Plant 7 SPINDO

Proyeksi dan Komitmen Keberlanjutan SPINDO


SPINDO terus memperkuat strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis. Pada akhir 2026,
pemanfaatan solar cell diproyeksikan memiliki potensi penurunan emisi karbon hingga 9.631,5 ton CO2e per tahun.


Komitmen ini tidak berhenti pada ekspansi 2026. Pada 2027,
SPINDO juga merencanakan pengembangan solar cell di Plant 5 Karawang, dengan peningkatan kapasitas dari 1030,08 kWp menjadi 2.030,08 kWp.


Hingga akhir 2027, total kapasitas
solar cell SPINDO diproyeksikan mencapai 10,61 MWp, dengan estimasi penurunan emisi karbon sebesar 10.633,77 ton CO2e. Proyeksi ini memperlihatkan arah yang jelas: SPINDO tidak hanya menjalankan inisiatif energi bersih sebagai program jangka panjang. 

Energi Bersih untuk Produksi yang Lebih Bertanggung Jawab


Pemanfaatan energi bersih dalam produksi menjadi langkah penting bagi industri yang ingin tetap tumbuh tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.
Bagi SPINDO, solar cell bukan hanya teknologi pendukung, tetapi juga bagian dari komitmen untuk membangun operasional yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.


Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan, target penurunan emisi yang terukur, serta rencana ekspansi di beberapa unit produksi, SPINDO menunjukkan bahwa transformasi energi di sektor industri dapat dilakukan secara nyata dan bertahap.


Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi, pemantauan performa, serta kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan energi bersih ke dalam sistem produksi secara menyeluruh.


Melalui langkah ini, SPINDO memperkuat posisinya sebagai perusahaan manufaktur yang tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada masa depan operasional industri
yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. 

What is TKDN?
22 Oktober 2026
TKDN It is a percentage indicating the domestic content of goods, services, or a combination of both, calculated according to applicable regulations.
Apa itu TKDN?
22 Oktober 2026
TKDN adalah nilai persentase yang menunjukkan besarnya kandungan dalam negeri pada barang, jasa, atau gabungan barang dan jasa.
Why Should Contractors Choose TKDN-Certified Steel Pipes?
20 Oktober 2026
TKDN-certified steel pipes are products with a Domestic Component Level (Tingkat Komponen Dalam Negeri, or TKDN).
Mengapa Kontraktor Perlu Memilih Pipa Baja Bersertifikat TKDN?
20 Oktober 2026
Pipa baja bersertifikat TKDN adalah produk pipa baja yang memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
How to Read a TKDN Certificate: 7 Key Things to Check
16 Oktober 2026
Learn how to correctly interpret a TKDN certificate—from the TKDN value and product specifications to the BMP and validity period—for your project procurement needs.
Cara Membaca Sertifikat TKDN: 7 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
16 Oktober 2026
Pelajari cara membaca sertifikat TKDN dengan benar, mulai dari nilai TKDN, spesifikasi produk, BMP, hingga masa berlaku untuk kebutuhan pengadaan proyek Anda.
TKDN + BMP Minimum 40% in Government Procurement
15 Oktober 2026
Learn what TKDN + BMP minimum 40% means, the 25% minimum TKDN requirement, and how it applies to domestic product priority in government procurement.
TKDN + BMP Minimal 40% dalam Pengadaan Pemerintah
15 Oktober 2026
Pahami arti TKDN + BMP minimal 40%, syarat TKDN minimal 25%, serta penerapannya dalam prioritas penggunaan produk dalam negeri pada pengadaan pemerintah.
TKDN vs. BMP: Which Is More Important in Procurement
12 Oktober 2026
Learn the differences between TKDN and BMP, their roles in procurement, and how both support P3DN policy and the use of domestic products across Indonesia.
Perbedaan TKDN dan BMP: Mana yang Lebih Penting dalam Pengadaan
12 Oktober 2026
Pahami perbedaan TKDN dan BMP, fungsi keduanya dalam pengadaan, serta perannya dalam mendukung kebijakan P3DN dan penggunaan produk dalam negeri di Indonesia.