Mulai 20 Januari, RI Kendalikan Pemakaian Baja Impor

 

Indonesia akan mengendalikan pemakaian impor baja mulai 20 Januari. Selama ini industri baja dalam negeri mengeluhkan gempuran baja dari luar negeri.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 menjadi Permendag 110. Lewat aturan tersebut, baja impor akan dikendalikan dengan pengawasan post border.

“Post border itu, sudah selesai Permendag 110 dan akan berlaku mulai 20 Januari,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di kantornya, Senin (7/1/2019).

Diharapkan, dengan aturan tersebut pemerintah bisa mengendalikan impor baja. Contoh saja, pada 2017, dari total kebutuhan konsumsi baja nasional sebanyak 13,6 juta ton, sebanyak 52% berasal dari impor, sementara baja nasional hanya 48%.

Sementara untuk 2018 yang kebutuhan konsumsi bajanya mencapai 14,2 juta ton diperkirakan konsumsi untuk baja impor meningkat menjadi 55%. Hanya saja tidak ada target berapa banyak pemakaian impor baja berkurang.

“Ya kita lihat itu kan tergantung, kita nggak ada target untuk itu. Kita cuma coba mengendalikan impor,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengeluhkan maraknya baja impor yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu juga dianggap menjadi penyebab perusahaan terus mengalami kerugian dari tahun ke tahun.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, perusahaan sudah enam tahun mengalami kerugian. Pada kuartal III-2018 perusahaannya masih mengalami kerugian sebesar US$ 37 juta.

Selama ini baja impor yang masuk mengakali nomor Harmonized System (HS) dari carbon steelmen menjadi jenisalloy steel. Sehingga produk tersebut akan mendapatkan lebih rendah dibanding jenis produk baja lainnya. Hal itu lantaran adanya kebijakan Permendag 22/2018.

“Industri baja dalam tiga tahun terakhir ini terpukul. Itu karena Permendag 22 itu bebas cukai,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy dalam acara Paparan Publik Krakatau Steel di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (4/1/2018).

STKM Pipes for Furniture: The Preferred Choice for Modern Industry
10 April 2026
STKM pipes are carbon steel tubes manufactured according to the JIS G3445 (Japanese Industrial Standards), specifically designed for mechanical applications.
Pipa STKM untuk Furnitur: Pilihan Utama Industri Modern
10 April 2026
Pipa STKM adalah pipa baja karbon yang diproduksi berdasarkan standar JIS G 3445, yang secara khusus dirancang untuk aplikasi mekanikal.
STKM 11 vs Hollow for Furniture : Choosing the Right Frame Material
7 April 2026
STKM 11 pipe is a low-carbon steel pipe manufactured according to the JIS G 3445 standard, commonly used for light mechanical and precision applications.
STKM 11 VS Hollow untuk Rangka Furnitur
7 April 2026
Pipa STKM 11 adalah pipa baja karbon rendah yang diproduksi sesuai standar JIS G 3445, yang umum digunakan untuk aplikasi mekanikal ringan hingga presisi.
Is GI Hollow Safe for Structural Construction?
31 Maret 2026
In Indonesia, GI hollow is also manufactured by PT STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA Tbk (SPINDO), one of the largest steel pipe manufacturers in the country.
Apakah Hollow GI Aman untuk Struktur Konstruksi?
31 Maret 2026
Sebagai salah satu produsen pipa baja terbesar di Indonesia, PT STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA Tbk juga memproduksi hollow GI untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
CE Mark Certification for Steel Pipes
25 Maret 2026
CE Mark is a marking indicating that a product has met the safety, health, and environmental protection requirements in accordance with European Union (EU) regulations.
Sertifikasi CE Mark untuk Pipa Baja
25 Maret 2026
CE Mark adalah tanda bahwa suatu produk telah memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan sesuai regulasi Uni Eropa .
The importance of pipe marking
17 Maret 2026
GI hollow is one of the most widely used construction materials due to its corrosion resistance and structural strength.
Pentingnya marking pada pipa
17 Maret 2026
Hollow GI merupakan salah satu material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki ketahanan terhadap karat serta kekuatan struktur yang baik.